//efek salju

Jumat, 12 Oktober 2012

lebih baik aku pulang saja

Hari ini begitu terik
lebih baik aku pulang saja
orang-orang itu nampak tak bertelinga
gemerincing kaleng kecilku yang berisi koin
entah dianggap apa oleh mereka

Aspal ini bagai masih cair
lebih baik aku pulang saja
toh aku hanya akan jadi teri kering di sini
apalagi rambu-rambu itu nampak berdiri culas
mendongak seakan terbahak menertawakanku

Kaki kumuhku seolah berteriak tak sanggup lagi
lebih baik aku pulang saja
pekikan mobil yang bersahut-sahutan membuat telingaku meronta-ronta
mereka menganggapku sampah, tapi untuk apa?
sampahpun mungkin tak akan sudi bersanding denganku

Matahari dengan beringas mengoyak pori-poriku
lebih baik aku pulang saja
namun lagi-lagi dilema menghadangku untuk tetap di sini
tetap tegar melunta-lunta di sini
atau mengintip ibuku dari celah batu nisan?
harga diri dan anak durhaka kupertaruhkan di sini!
di jalan ini! di aspal tandus ini!

Waktu terus beranjak untuk menyuruhku pergi pulang
memang labih baik aku pulang saja
namun lagi-lagi hatiku kokoh di sini
bersama terik, aspal, kaki kumuhku, dan matahri yang beringas
sesungguhnya aku tak sanggup
tak sanggup terus dilirik culas oleh para pengendara
tak sanggup terus dicaci oleh loper koran
tak sanggup terus dimaki oleh prdagang asongan

Lau apalagi yang harus kujajalkan?
jual diri? neraka menantiku
lebih baik aku pulang saja
ya! dan aku akan benar-benar pulang
bertemu ibuku yang sedari tadi menggantung asa
ya rabb! mengertilah! aku hanya seorang pengemis kecil
dengan ibuku yang hampir mati
dimakan waktu, usia, dan sakit yang diidapnya

Ataukah lebih baik aku dan ibuku pulang saja kehadirat-Mu?